Jumat, 21 Januari 2011
Seperti ini dan Seperti Kamu
Terasa bagai teka-teki puzzel...menyambung dan menggabungkan..tapi yang terjadi kemudian, puzzel itu tetap saja tak bisa digabungkan karena aku sudah menyerah....
Semua terasa sia-sia saja... Tapi dalam hatiku, tidak pernah ada kata sia-sia untuk apa yang sudah aku lakukan... Awal nya aku selalu yakin aku bisa, tapi pada akhirnya tetap aku yang kalah..!
Aku yang menyerah atau Keadaan yang memaksaku untuk mundur saja??
Tapi tetap saja aku tidak bisa lari kenyataan ini. Tidak akan pernah bisa lari. Ini tetap pada tempatnya, bersamamu, bersama teka-teki mu....
"Did I lose my love to someone better And does she love you like I do.. I do, you know I really really do..." (The Day You Went Away)
Kamis, 14 Oktober 2010
TUGAS BHS.INDONESIA
Sejak awal, ibuku selalu menekankan bahwa, beliau hanya menyanggupi untuk menguliahkanku di Perguruan Tinggi Negri, dan harus UNY, juga harus masuk kelas reguler...yang biayanya sangat ringan ketimbang kelas non reguler. Saat membaca dan melihat peluang masuk UNY melalui SNMPTN membuat frustasi sebelum berjuang, apalagi aku sama sekali tidak mencoba UM-UGM, maupun tes masuk PTN lain.
Pasrah. Kata itu lebih tepat untuk menggambarkan situasiku pada saat itu. Untuk mendaftar ujian SNMPTN saat itu, ibu ku benar2 sedang tidak memiliki uang (maklum punya adik baru) untung aku masih memiliki tabungan uang 150ribu, yang akhirnya aku ikhlaskan untuk membayar uang pendaftaran. Lalu aku memilih prodi PGSD dan pilihan kedua adalah Pend. Seni Rupa. Entah setan apa yang “menyambetku” hingga aku memilih jurusan seni rupa.
Ternyata...ada tes keterampilannya juga! Nggak kaget juga sih...tapi yang membuat shock ketika diumumkan bahwa harus membayar uang (lagi) sebesar 150 ribu!!! Astaga...uang darimana??? Dan itu hanya diberi waktu sehari, karena besoknya adalah hari terakhir pembayaran. Saat aku sampaikan pada ibu tentang hal itu, respon yang sudah tidak perlu dibayangkan atau malah seharusnya tidak usah ditanyakan saja aku sudah tau jawabannya, “Ya ampun...uang darimana?”
Satu jam... dua jam...aku terus memutar otak mencari jalan keluar selain memutuskan tidak ikut dalam uji tes ketermapilan. Ah...ibuku memamg tidak bisa diandalkan saat itu.
Jrengg...jreng....alhamdulilah...aku ingat teman SMA ku masih punya hutang pembayaran lukisan yang dia pesan dariku saat masih SMA. Akhirnya...jadilah uang 150 ribu itu dalam empat jam!
Dengan semangat menggebu dan rahmat serta ijin dari Allah (halah berlebihan), aku berusaha keras untuk lolos dalam SNMPTN 2010. Sehari, seminggu, dua minggu, tiga minggu, dan akhirnya sebulan sudah aku menunggu hasil tes itu. Dengan terus berdoa dan diiringi detakan jantung yang tak beraturan, aku bergegas ke warnet dan membuka website pengumuman.....dan ternyata...malah diterima di Pend. Seni Rupa. Ya...sudah lah. Yang jelas tuntutan ibu untuk masuk PTN...terlaksana, UNY...juga terlaksana, masuk kelas reguler...juga terlaksana!
Banyak orang disekitarku yang memandang sebelah mata Seni Rupa, tapi menurutku orang yang berpandangan seperti itu adalah orang yang tidak memiliki nilai dan rasa seni. Orang yang tidak memiliki rasa dan nilai seni, berarti orang yang tidak memahami dirinya sendiri, karena menurutku...wujud dan pribadi seseorang juga merupakan sebuah seni. Dan Seni Rupa adalah pijakan awalku menggapai seni masa depan yang menyenangkan, menjadi guru yang seniman!
Dan itulah awal perjuangan yang harus aku lanjutkan tanpa memotongnya, atau memberi celah sedikitpun untuk memupuskan harapan dan mimpiku menjadi seorang guru!
Semangatt...
Senin, 12 Juli 2010
need someone..
Tapi kayaknya gag banged deh nyeritain kesedihanku pada orang lain :( Belum tentu mereka ngerti perasaan, dan bisa merasa berada di posisiku....berat rasanya memikul masalah yg gag gampang ini sendirian....
Beda halnya kalau masih sekolah di 6highschool, walaupun nggak bisa cerita, paling enggak bisa lupa sementara dengan bercanda dan tertawa bersama teman2...
..
Duhhh....kangen nya sama semuaa (><) teman-teman.... Guru-guru..... Bu Telly mathilda...makes matematic better and fun. Bu Sri Hartati...sakjane ra penak, tapi cantik sih ^^. Dan.........Pak Eko Sunaryo.....pak enji kangen banged!! Kangen ngerjain,Bapak.... kangen main tebak2an gag mutu dan garing.... kangen dengan smua kesabaran pak Eko saat ngajar kelas ku (nggak ada yg memperhatikan les bhs Indonesia...) (T_T) kangennn....
Tiba-tiba aku merasa takut menikah! Aneh rasanya menunggu bergantinya siang dan malam dengan orang yang sama. Satu atap, satu cerita, satu masalah, dan banyak perkara! Takut...suamiku nanti selingkuh....takutt banged. Nggak mau kejadian ini menimpa anak2 ku kelak. Kalau ada yang berani njamin gag bakal selingkuh dan bersedia menandatangani perjanjian pra-nikah yang berisi "tuntutan bila selingkuh, membayar ganti rugi sebesar 5milyar.." mampus nggak tuh....! rasanya tenang deh nikah kapan aja.. hhehhe...
Kesannya uang adalah segala-galanya...hahha... Tapi nggak segala-galanya dinilai dari uang.....
aah...udah ah...ngomong nggak jelas kayak gini...udah jam 23.30.... bobok ah.... good nite..
(sekarang sih bobok sendiri^^, masa depan...ada yg nemenin gag ya?? iiih...jorok.. :P)
Sabtu, 19 Juni 2010
My Birthday

Happy Birthday .......
Udah 18 tahun, jadi sekarang aku mau ngapain ya?? Maunya sih lebih dewasa dalam segala perilaku dan sifat. Gag boleh lagi cengeng, gag gampang putus asa, dan gag gampang marah, semoga aku bisa lebih mengendalikan emosi di-18 th ini...
Sebentar lagi jadi mahasiswa. Sebentar lagi pasti banyak coba an dan tantangan yang lebih beragam lagi. Bentarlagi harus bisa cari uang sendiri, bisa mandiri dan gag ngerepotin mama. Sebenarnya aku juga bukan tipe anak manja kok...sueerr deh! Nggak kayak anak borjuis yang kerjaan nya cuman ngalor ngidul gag jelas. Aku suka bantu2 mama, masak buat keluarga, njagain adek kecil...wah repot....
Pokoknya 18 th ini harus better than before aja, jalani hari dengan semangat, nggak boleh banyak mengeluh, trus hilangkan kebiasaan malas...
Thanks to Mom yang udah masak kepiting (gag ultah juga masak sih..)
Jumat, 18 Juni 2010
Cerita SNMPTN dan Masa SMA
It's ok... aku akuin aku bisa menggambar kartun, bahkan komik yang diterbitkan di majalah sekolah, atau lukisan hasil karya melukis selalu mendapat nilai lebih dari 8, dan di pajang di tembok (akhirnya aku lepas, aku lebih comfort kalau dipajang di rumahku sendiri), atau banyaknya permohonan "kerja sambilan" mengerjakan tugas menggambar teman2 sekelas ku, ketika tugas2 menggambar mereka sudah jatuh tempo, of course dengan bayaran yang aku inginkan.
Aku sangat menikmati hari-hari "Panen Kerjaan dan Uang" kala masa SMA (untuk guru senirupa ku, maaf ya bu...saya hanya bermaksud membantu teman yang kesusahan, sekalian nebelin kantong,buu...) hhahhha... Kancut, Menyan, Gendhel... mereka adalah pasa konsumen setia setiap akhir semester... Sisanya hanya sesekali saja karena kepepet (aku kesal dengan anak malas, karna itu aku mematok harga tinggi,hhahha...)
back to masalah Pend. Seni Rupa....: Aku memang bercita-cita menjadi guru, sangat...mengagumi sosok guru. Tapi julukan "Guru Seni"?? Huffttt... Mama sih setuju2 saja, Mas Angga juga, aku juga seneng sih kalau tiap hari nggambar dan melukis terus, tapi kok ada perasaan "lain" yang nggak bisa aku jelaskan kenapa. Aku juga heran... Tapi toh semua ini masih dalam tahap tes, belum tentu juga berhasil (pesimis)...
Ohhhh God....please.. make my mother happy... Moga2 aku di terima ya.. kalo nggak juga nggak papa , masih ada SM-UNY kok, atau aku juga ada cadangan swasta... tapi aku pengen jadi guru...
nb: tadi seru pas tes wawancara... Di SMA N 6 tuh nggak ada sama sekali yang namanya teori seni rupa, nah....apapun yang di tanyaain tadi... aku jawab SEADANYA, lha aku nggak ngerti blass kok... Trus gurunyta nanya begini:
"Nah, tadi pelukis indonesia namanya Afandi, lha kalau pelukis dunia sebutkan tiga!"
"Aduhh..itu loh buk yang ngelukis Monalisa (sok tau), namanya Leonardo... Leonardo de Cap...(belum selesai menyebutkan, otak ku langsung connect, bukannya itu pemain Titanic ya??)"
Ya Alloh bu...kalo bisa mah tak sebutin sejuta, lha satu aja keliru ma aktor hollywood kok...
Senin, 22 Maret 2010
My prayer..
mungkin hanya kata ini yang selalu keluar dari bibir ini..
tapi Tuhan, aku meminta lagi, kabulkan doaku..
Bantu aku Tuhan...menghadapi this final exam...
aku ingin memberi Mom kebahagiaan, aku ingin melihat senyumnya sama seperti ketika aku memberinya hasil yang memuaskan saat aku lulus Junior HS..
Tuhan...masihkah kamu mau mendengarkan doa ku ini??
Doa seorang gadis yang sangat mengharapkan bantuanmu...
Bantu aku, Tuhan..please...
bahagia nya tentu bahagiaMu, bukan?
restunya adalah restumu, kan?
izinkan kami bahagia, Tuhan...
mudahkan jalanku menempuh ujian ini...
ringankan langkah kaki ku menuju cita-cita yang aku inginkan...
Tuhan...bantu aku..
bantu aku...
Kamis, 18 Maret 2010
How could you do this to me??
With the stupid boy! Very stupid boy! I was desperate... I don't know what will I do... I don't know what will I say to you...
Just one thing that I will tell to...loved her. loved her. leave me. I'm fine. I'm ok.
there is no tears left for you. there is no chance left for you. there is no love again will I give to you. everything is over now. the story is over between us. It's over now!!