Minggu, 07 September 2014

give me a paw

Aku seperti daun yang dipaksa gugur sebelum waktunya. Terasa hangat ketika bersama ranting. Tapi ini mungkin sebuah takdir, takdir baru namun terasa sangat berbeda.

Jika ini cinta, mengapa tidak terasa seperti saat mencintaimu. Jika saat ini aku bersama dengan cinta, tapi bagiku cintaku sudah habis untukmu.

Aku seperti sudah tidak mengenal bagaimana rasanya mencintai, semua seperti terasa palsu. Meski hati itu terasa lebih hangat dari milikmu, terasa lebih nyaman, terasa lebih-lebih-lebih dari yang kamu miliki.. Tapi ini bukan cinta.

Aku seperti kembali seperti anak SD yang harus mulai belajar mengerti matematika dari awal. Mempelajari huruf satu demi satu. Aku merasa buta...

Seakan ingin aku tutupi hatiku dengan kedua tanganku, jika mampu. Terasa seperti terpaksa karena hatiku entah berada dimana. Aku tidak bisa mencintainya, aku merasa tidak mampu untuk mencintai lainnya.

Kalau saat itu aku tidak pernah mencintaimu, kalau saja hatiku tidak pernah terluka, kalau saja kamu tahu betapa aku mencintaimu saat itu. 


Jumat, 18 Juli 2014

dicintaku

Rindu, aku merindukanmu… dengan cinta, aku mencintaimu. Aku ingin merasa nyaman untuk mengenangmu, meski hanya dalam hitungan detik
Tapi aku selalu merasa tidak mendapat restumu meski hanya sekedar merindukanmu disini.
Menaruh sebelah hatiku disana, tapi justru sekarang aku sudah kehilanganmu. Mungkin aku sudah melewatkan hatimu untuk selamanya.

Aku hanya diam, tidak bisa ku katakan maksud hatiku yang terdalam untukmu.
Sudah terlambatkah? Dan sekarang kita bahkan tidak bisa lagi bertemu.
Aku mencintaimu, tanpa restumu…
Aku mencintaimu, didalam masa lalu…
Aku mencintaimu, dengan hati yang kau lukai…

Sabtu, 31 Mei 2014

satu

iya, aku juga merasa aneh..
ternyata ada jutaan bahkan milyaran manusia yang tercipta dimuka bumi ini, tapi kadang kita hanya butuh SATU orang yang akan paling kita cintai dan sayangi didunia ini. Dan aku sudah punya janji, atau semacam keyakinan bahwa aku hanya butuh satu tidak akan lebih untuk manusia yang seperti itu.

Aku tidak peduli betapa ada banyak, bahkan sampai lebih dari tiga milyar manusia ganteng diluar sana, tapi karena tanganku hanya ada dua, satu tangan untuk menjaga diriku sendiri, dan satu tangan akan ku percayakan kepada satu orang saja untuk dia pegang dengan erat.

Sampai pada bulan Juni ke-22, aku tidak tahu dimana satu orang itu bersembunyi. rasanya selalu saja aku menemui orang yang salah, atau mungkin belum tepat. jangan-jangan dia sudah aku lewatkan?  tidak ah, insyaallah dia masih berada ditempatnya, sedang bersiap-siap untuk datang kesini..

Aku sudah melewati banyak sekali jalan terjal yang berbatu dan berlubang disetiap badan jalan. kadang rasanya ingin cepat memasuki area jalan tol, tapi sejauh ini sepertinya jalan tol masih beberapa ratus kilometer lagi dari sini. Dijalan berbatu yang seperti ini, aku justru lebih bisa menikmati keindahan dunia, meski kadang indahnya sampai membuat air mataku mengalir.

hei, aku masih disini... aku masih berdiri dengan kedua kaki ku yang kadang bergetar karena hatiku sedang lara. Tidak bisa kujumpai lagi, orang itu. Setiap hari, setiap melihatnya rasanya tubuhku bergetar sampai kadang hatiku membuat diriku sendiri malu, karena mataku tak bisa lepas saat melihatnya.

hehe, rasanya geli saat mengingat saat-saat itu. Hampir setiap hari aku melihatnya, hampir setiap pagi sampai sore aku pasti bisa memastikan keberadaannya, meski kita tidak saling menyapa, meski kadang juga dia tidak melihat aku disekitarnya. Sedikit menyakitkan, tapi aku bisa menerimanya dengan hati yang aku paksakan se-ikhlas-ikhlas-nya. Sekarang dia dimana, sedang apa, atau bagaimana aku tidak lagi tahu....

Semoga masa depan kita akan indah. Meski indah menurut dia pasti jauh lebih indah daripada indah menurutku. Semoga kita akan bahagia dengan masa depan kita kelak :)

Jumat, 14 Maret 2014

karena itu kamu

aku terus merasa takut karena mencintaimu
aku takut jika kamu semakin menjauh jika aku dekat,
bahkan aku sampai tidak bisa berbicara seperti orang bodoh

didalam hatiku, merana karena memikirkanmu
aku hanya menghela nafas, sedalam yang aku mampu
sungguh rasanya menyakitkan, karena mu

karena itu kamu. karena untukmu, aku mencintaimu
aku dapat menahannya selama ini
karena aku hanya mencintaimu sejak awal

karena semua hal itu adalah kamu. karena itu kamu, yang aku rindukan, aku mencintaimu
rasa sakit yang begitu banyak, begitu sulit karena itu kamu, aku baik-baik saja..

aku selalu merasa khawatir
aku melihatmu, aku menunggumu, dan yang kudapat hanya kelelahan
karena kamu, aku sedih

karena itu kamu, karena itu kamu yang aku cinta
karena itu kamu, karena itu kamu aku merindukanmu, aku mencintaimu
aku menjadi serakah, aku terus merasa putus asa
karena itu kamu, karena semua itu adalah kamu

Selasa, 04 Maret 2014

dibalik awan..

rasanya disaat semua beban didalam hatimu terasa tertahan, sudah memuncak...
rasanya,
disaat ingin membagi sedikit beban itu dengan orang lain, dan merasakan sesuatu yang dinamakan "lega"...
tapi, bahkan tak ada satu orang-pun yang dapat menjadi tempat berbagi itu.
rasanya,
disaat ingin merasakan sedikit bahagia dari hiburan sederhana, tawa orang lain...
tapi, tak satu-pun yang sudi membagi sedikit tawanya untuk mu...
bayangkan rasanya, kamu harus menghibur dirimu sendiri,
tertawa sendiri, dan menjadi orang gila, untuk membuat dirimu menertawakan dirimu sendiri...

saat dinding facebook tak lagi bisa kau percaya sebagai tempat berbagi,
disaat timeline twitter sudah tidak mampu lagi menahan semua beban yang ada dihatimu,
bahkan halaman putih blogger-yang tersembunyi-pun sudah tidak mampu lagi menjadi pendengar sejati.

aku, terlalu terlihat menyedihkan jika membagi beban kepada orang lain
setiap manusia memiliki masalahnya masing-masing, aku hanya tidak ingin mereka ikut memikirkan masalah yang sedang aku hadapi.
membiarkan masalah itu, yang kini menjadi sebuah krikil-krikil kecil, yang membuat dadamu seakan tercekik setiap malam, dan sulit bernafas!

aku ingin pergi, ke tempat yang bisa membiarkan air mataku tidak tertahan,
karena hanya itu yang bisa mengurangi beban itu.
tempat yang dapat melepaskan seluruh beban menyesakkan ini. beban yang entah, sudah membuatku tidak merasakan sakitnya, karena terasa begitu menyakitkan.
bahkan tampak bodoh, jika aku memikirkan, tempat indah apa yang ada dibalik awan
pasti tidak ada rasa sakit seperti ini disana,
pasti tidak ada air mata disana
bintang saja berkedip setiap malam disana,
bulan saja berseri-seri disana,
aku pasti juga akan bahagia jika bisa pergi kesana. iya kan?

apakah Tuhan tidak menyayangiku? aku sudah sekarat disini...
aku lelah untuk hidup begini, sudah kering air mata ini rasanya, Tuhan...
biarkan aku hidup dibalik awan saja, ya?
agar hatiku tidak lagi merasakan, perasaan seperti ini lagi suatu hari nanti.

Jumat, 21 Februari 2014

cita-cita ?

apakah masih bisa aku membicarakan cita-cita saat aku hampir menginjak 22 tahun, untuk tahun ini? haha aku harap jawabannya, masih !

cita-cita...
bahkan anak umur lima tahun saja belum tentu tahu apa arti kata "cita-cita" -> ya iya lah !

waktu kecil aku pengen menjadi seorang perawat, kenapa? simpel aja sih, karena dulu aku suka main dokter-dokteran sendiri pakai boneka. dan alangkah bagusnya nanti suatuhari aku punya suami dokter dan aku perawatnya! hahaha

waktu SMP aku berfikir ulang, ah tidak aku tidak mau jadi perawat, kenapa? karena urusannya ribet kalo liat darah. lagian saat itu tante sepupu ku yang seorang perawat bercerita gimana rasanya mendapat shift malam, dan berhubungan dengan kamar mayat?! ah sudah lah, gak usah ngomongin setan, ini sudah jam sebelas malam!

kemudian, aku punya rencana masa depan, yaitu ingin menjadi seorang pengacara! haha kenapa? kenapa ya? karena saat itu aku pikir pengacara itu punya skill menghadapi masalah orang lain, tentu mudah baginya menyelesaikan masalahnya sendiri dikemudian hari; misalnya, bercerai! hahaha belum nikah aja udah mikir urusan perceraian kan? haha

lewat masa SMP, saat SMA cita-cita ku berubah. aku ingin jadi ahli geologi! bagiku saat itu, itulah profesi yang mengesankan hatiku saat itu. aku bahkan cinta mati dengan pelajaran geografi, sejarah dan matematika. dimata pelajaran itulah aku menghabiskan waktu belajar saat malam. bagiku, soal matematika itu semua ada jawabannya, kecuali soal logaritma. entahlah aku pikir pencipta rumus logaritma itu hidupnya terlalu
"selo" untuk membuat rumus super njlimet itu. jika dalam sebuah soal matematika, maka jika mataku sudah menangkap kata"log" gak pernah akan aku kerjakan! haha

Jadi ingat juga pelajaran yang bikin sebel, paling, paling, nyebelin adalah pelajaran bahasa prancis! meskipun saat SMA filem Eiffel I'm in Love lagi booming banget, gak membuat tertarik buat ngikutin pelajaran bahasa prancis. sumpah itu bahasa paling aneh di dunia. kamu bakal ngerasa lagi nelen biji salak saat mencoba buat ngikutin aksen prancis yang sengau-sengau gak jelas itu hahaha sampe tiga tahun belajar bahasa prancis yang gue tau cuma "bonjour!" "je m'appelle ....!" trus ngak tau apa lagi haha next ada fisika, dan kimia. ya wajar kalo aku gak suka dua pelajaran itu, udah tau kan kenapa? aduh masalah hidup aku aja ribet, masa harus nambah mikir rumus-rumus kimia yang buanyak nya minta ampun. Lain lho dari matematika, kalo matematika aku kadang gak perlu mikir rumus, karena udah biasa ngerjain jadi otomatis ngerti cara ngerjainnya. 

cus kembali ngomongin cita-cita, saat lulus SMA, aku gak punya cita-cita. udah gitu doang. jalani aja lah aku pikir, terserah mau jadi apa. gara-gara pas mau jadi ahli geologi, batal otomatis! tau kenapa? karena aku GAK LOLOS OLIMPIADE GEOGRAFI dan itu bikin frustasi dan mutung (titik) haha ah udah lah, paling nggak aku masih mencintai geografi sampai sekarang. gimana rasanya saat aku mempelajari berbagai gejala alam, sampai aku dulu hafal letak-letak koordinat wilayah dengan garis lintang dan garis bujur (kalo sekarang sih udah gak tau deh lupak haha) 

sekarang udah kuliah, udah mau lulus lagi, kalo mikir cita-cita kayaknya tinggal pasrah aja. jalani aja apa yang ada sekarang. takdir jadi guru yaa alhamdulilah, mau jadi dosen? ya lebih alhamdulilah. mau jadi bupati Bantul? alhamdulilah banget! haha tau deh. yang jelas tujuan utama hidup adalah harus bercita-cita masuk surga, iya kan? haha juga, kalo bisa bercita-cita punya suami yang baik dan soleh buat mewujudkan cita-cita masuk surga, iya kan? hahaha *apa sih ya kok jadi gini ngomongnya*

menurutku setiap orang harus punya cita-cita karena cita-cita itu semacam "to do list" atau "check list" atau semacam sebelum kita ke supermarket kita harus bikin daftar belanja. jadi kita tahu sampai supermarket itu kita mau ngapain, mau beli apa, jangan sampai malah kelupaan belanjanya. itu lah cita-cita menurutku. bagaimana cita-cita mu?

Rabu, 05 Februari 2014

bukan puisi cinta

tidak ada dicinta, tanpa mencinta,
apel saja tidak seratus persen manis

kamu, satu misteri tanpa ada tanda tanya

apa yang kamu inginkan, meminta langit tidak menurunkan hujan dimusim penghujan
tapi kamu tahu, itu terlalu sulit bagiku,
memetik setangkai mawar tanpa duri untuk mu

cinta sederhana, hanya itu...

cinta, berikan aku cinta biasa dan akan ku ubah menjadi cinta sempurna untukmu
bukan kau memintaku membawa cahaya bintang saat fajar menyingsing,
aku tidak bisa...

satu, aku ingin dicintai
mengapa begitu sulit bagimu melakukannya?
apa aku harus menjadi kupu-kupu tanpa menjadi ulat?
terbang dengan indah sebagai kupu-kupu sempurna,
dan kamu tahu, tidak semua ulat itu bisa menjadi kupu-kupu

dan terlalu menyakitkan jika aku harus mencintai dirimu,
dengan apa adanya

hanya ini yang kupunya, 
satu hati untuk mencintaimu,
dua bola mata untuk menatapmu,
dan degupan jantung yang akan selalu menjadi milikmu

aku tidak bisa menjadi sempurna untukmu
dan itu mengapa, metamorfosis kupu-kupu kadang tidak sempurna
akhirnya, aku biarkan dirimu terbang
entah kupu-kupu seperti apa yang ingin kamu miliki

tapi bukan aku,
aku yang tidak bisa jadi sempurna dimatamu,
aku yang tidak bisa kamu cintai...