Rabu, 09 Maret 2011

missing my night...

hai...malam...
masih kah kau ingat pada bulan?
bulan pucat yang selalu berusaha mendampingi kehadiranmu...
bulan ceria yang tertutup awan mendung kini..

kemana malam ku yg dulu?
lupakah sang malam pada bulan?
malam yang terang benderang karna bulan..
atau...malam sejatinya tak terang karna bulan?
bulan merana...

hari tak akan indah tanpa malam...
malam tak akan sempurna tanpa bulan...
apakah kini bulan menjadi distorsi malam?

missing my night. ..

Senin, 31 Januari 2011

Loving You

Intro: E F#m G#m A (2x)

E F#m G#m
Ring, ring it’s you again heart pops
A
I loved to hear you
E F#m G#m A
It’s been all day I’ve been waiting for you
E F#m
Hello, you call my name
G#m A
So much stories you shared with me
E F#m G#m
You said a lot to me about girls
A
Oh, it’s so nice

G#m A
And every beauty thing they did to you
G#m A
Don’t stop and tell me more…

Chorus:
E
Loving you it hurt sometimes
B
I’m standing here you just don’t bye
A
I’m always there you just don’t feel
C#m B
Or you just don’t wanna feel

E
Don’t wanna be hurt that way
B
It doesn’t mean I’m givin’ up
F#m
I wanna give you more
A
And more and more…

Int: E F#m G#m A (2x)

E F#m G#m
Knock, knock you came around heart pops
A
I loved to see you
E F#m G#m A
It’s been two years since I’m love with you
E F#m
Bum! Bum! You break my heart
G#m A
You said, girl I’m in love with her
E F#m G#m A
But it’s all right, I’m still alive yeah… ohh…

G#m A
And all the beauty things she did to you
G#m B
Don’t stop and tell me more

Back to: Chorus
C#m B A
And when I see that smile upon your face
B C#m
Deep in your eyes you had it all
B F# F#m B
And when I hear you super electrical voices…

Minggu, 23 Januari 2011

BINTANG-Kahitna


C G/B Am G
Biar bintang tak datang

F Em Dm G
Ku yakin hatiku hanyalah untukmu

C G/B Am G
Walau bintang menghilang

F Em Dm G
Ku sampaikan salam sayangku untukmu


A F#m D E
Meski mungkin aku yang harus pergi (oh pergi)

A F#m Dm G
Tak apa tanpa harus ku mengerti




C G/B Am G
Biar aku melangkah (melangkah)

F Em Dm G
Menemani bintang menerangi malam

C G/B Am G
Jangan resahkan aku

F Em Dm G C
Yang penting bahagia untukmu selalu kasihku

Jumat, 21 Januari 2011

Memaknai Hati

Hati itu sangat....membingungkan. Tidak dapat disejajarkan dengan fikiran....

Hati itu.....begitu luar biasa, dapat mengubah dunia hanya dengan sentuhannya.....


Apa yg paling jujur dan tulus? Itu pasti...hati.... Apa yg paling merdeka dalam tubuh kita? Itu pastilah....hati..

Setiap orang mampu menyentuh hati kita, namun hanya sedikit yang bisa menggengam nya... Hanya kita-lah..yg paling tahu suara nurani yg paling tulus dari hati kita... Namun begitu sulit untuk dapat mendengarkan nya....


Salah besar ketika kita melawan suara hati.... Begitu pula...aku... Aku, sudah salah mengartikannya..... Aku membuat kesalahan.... dan aku meminta maaf atas kebingunganku...

Tidak seharus nya aku begitu...tidak seharusnya sifat egois menguasai hatiku. Tidak bisa begitu.

Tapi bukan hatiku yang bersalah, tapi aku lah yang salah memaknai perasaan hatiku sendiri.

Seperti ini dan Seperti Kamu

Semua akan selalu seperti ini..dan seperti itulah kamu. Selalu saja seperti ini dan seperti itu...
Terasa bagai teka-teki puzzel...menyambung dan menggabungkan..tapi yang terjadi kemudian, puzzel itu tetap saja tak bisa digabungkan karena aku sudah menyerah....

Semua terasa sia-sia saja... Tapi dalam hatiku, tidak pernah ada kata sia-sia untuk apa yang sudah aku lakukan... Awal nya aku selalu yakin aku bisa, tapi pada akhirnya tetap aku yang kalah..!

Aku yang menyerah atau Keadaan yang memaksaku untuk mundur saja??

Tapi tetap saja aku tidak bisa lari kenyataan ini. Tidak akan pernah bisa lari. Ini tetap pada tempatnya, bersamamu, bersama teka-teki mu....

"Did I lose my love to someone better And does she love you like I do.. I do, you know I really really do..." (The Day You Went Away)

Kamis, 14 Oktober 2010

TUGAS BHS.INDONESIA

(sebenernya aku dah pernah nulis ini d blog, tp dgn gaya bahasa bebas...nah demi tugas...aku mempostingnya dengan bahasa yg memenuhi standar..oke...cekidott..)

PERJUANGAN

Sejak awal, ibuku selalu menekankan bahwa, beliau hanya menyanggupi untuk menguliahkanku di Perguruan Tinggi Negri, dan harus UNY, juga harus masuk kelas reguler...yang biayanya sangat ringan ketimbang kelas non reguler. Saat membaca dan melihat peluang masuk UNY melalui SNMPTN membuat frustasi sebelum berjuang, apalagi aku sama sekali tidak mencoba UM-UGM, maupun tes masuk PTN lain.

Pasrah. Kata itu lebih tepat untuk menggambarkan situasiku pada saat itu. Untuk mendaftar ujian SNMPTN saat itu, ibu ku benar2 sedang tidak memiliki uang (maklum punya adik baru) untung aku masih memiliki tabungan uang 150ribu, yang akhirnya aku ikhlaskan untuk membayar uang pendaftaran. Lalu aku memilih prodi PGSD dan pilihan kedua adalah Pend. Seni Rupa. Entah setan apa yang “menyambetku” hingga aku memilih jurusan seni rupa.

Ternyata...ada tes keterampilannya juga! Nggak kaget juga sih...tapi yang membuat shock ketika diumumkan bahwa harus membayar uang (lagi) sebesar 150 ribu!!! Astaga...uang darimana??? Dan itu hanya diberi waktu sehari, karena besoknya adalah hari terakhir pembayaran. Saat aku sampaikan pada ibu tentang hal itu, respon yang sudah tidak perlu dibayangkan atau malah seharusnya tidak usah ditanyakan saja aku sudah tau jawabannya, “Ya ampun...uang darimana?”

Satu jam... dua jam...aku terus memutar otak mencari jalan keluar selain memutuskan tidak ikut dalam uji tes ketermapilan. Ah...ibuku memamg tidak bisa diandalkan saat itu.

Jrengg...jreng....alhamdulilah...aku ingat teman SMA ku masih punya hutang pembayaran lukisan yang dia pesan dariku saat masih SMA. Akhirnya...jadilah uang 150 ribu itu dalam empat jam!

Dengan semangat menggebu dan rahmat serta ijin dari Allah (halah berlebihan), aku berusaha keras untuk lolos dalam SNMPTN 2010. Sehari, seminggu, dua minggu, tiga minggu, dan akhirnya sebulan sudah aku menunggu hasil tes itu. Dengan terus berdoa dan diiringi detakan jantung yang tak beraturan, aku bergegas ke warnet dan membuka website pengumuman.....dan ternyata...malah diterima di Pend. Seni Rupa. Ya...sudah lah. Yang jelas tuntutan ibu untuk masuk PTN...terlaksana, UNY...juga terlaksana, masuk kelas reguler...juga terlaksana!

Banyak orang disekitarku yang memandang sebelah mata Seni Rupa, tapi menurutku orang yang berpandangan seperti itu adalah orang yang tidak memiliki nilai dan rasa seni. Orang yang tidak memiliki rasa dan nilai seni, berarti orang yang tidak memahami dirinya sendiri, karena menurutku...wujud dan pribadi seseorang juga merupakan sebuah seni. Dan Seni Rupa adalah pijakan awalku menggapai seni masa depan yang menyenangkan, menjadi guru yang seniman!

Dan itulah awal perjuangan yang harus aku lanjutkan tanpa memotongnya, atau memberi celah sedikitpun untuk memupuskan harapan dan mimpiku menjadi seorang guru!

Semangatt...


Senin, 12 Juli 2010

need someone..

nggak tau nih...akhir2 ini aku bener2 sedang sedih skala dasyat... Bete! Disaat nangis dan kesedihan sedang datang, aku pengen deh ada yang bisa aku share dan bisa aku peluk...peluk...trus aku bisa nangis sambil ngeluarin smua uneg-uneg gila dan sinting ini! Selama ini cuma diam...diam..dan nggak keluar sedikitpun rasa marah, emosi, sedih, penat dari dalam sini (nunjuk dada..) Rasanya tinggal counting down aja kapan meledak...

Tapi kayaknya gag banged deh nyeritain kesedihanku pada orang lain :( Belum tentu mereka ngerti perasaan, dan bisa merasa berada di posisiku....berat rasanya memikul masalah yg gag gampang ini sendirian....

Beda halnya kalau masih sekolah di 6highschool, walaupun nggak bisa cerita, paling enggak bisa lupa sementara dengan bercanda dan tertawa bersama teman2...
..
Duhhh....kangen nya sama semuaa (><) teman-teman.... Guru-guru..... Bu Telly mathilda...makes matematic better and fun. Bu Sri Hartati...sakjane ra penak, tapi cantik sih ^^. Dan.........Pak Eko Sunaryo.....pak enji kangen banged!! Kangen ngerjain,Bapak.... kangen main tebak2an gag mutu dan garing.... kangen dengan smua kesabaran pak Eko saat ngajar kelas ku (nggak ada yg memperhatikan les bhs Indonesia...) (T_T) kangennn....

Tiba-tiba aku merasa takut menikah! Aneh rasanya menunggu bergantinya siang dan malam dengan orang yang sama. Satu atap, satu cerita, satu masalah, dan banyak perkara! Takut...suamiku nanti selingkuh....takutt banged. Nggak mau kejadian ini menimpa anak2 ku kelak. Kalau ada yang berani njamin gag bakal selingkuh dan bersedia menandatangani perjanjian pra-nikah yang berisi "tuntutan bila selingkuh, membayar ganti rugi sebesar 5milyar.." mampus nggak tuh....! rasanya tenang deh nikah kapan aja.. hhehhe...

Kesannya uang adalah segala-galanya...hahha... Tapi nggak segala-galanya dinilai dari uang.....

aah...udah ah...ngomong nggak jelas kayak gini...udah jam 23.30.... bobok ah.... good nite..
(sekarang sih bobok sendiri^^, masa depan...ada yg nemenin gag ya?? iiih...jorok.. :P)