Rabu, 22 Januari 2014

sudah...

aku sudah berusaha,
aku berusaha menjadi perempuan yang tegar, aku sudah berusaha menjadi perempuan yang kuat, tapi aku sudah tidak sanggup lagi, Ya Allah..

aku sedang sekarat disini.
hatiku sudah tidak mampu lagi menampung rasa sakit, hatiku sudah sangat terluka.
aku ingin lari, lari dan pergi dari kehidupan seperti ini. aku lelah, aku sangat menderita...

Ya Allah, tolong aku. 
jika Kau belum bisa membawaku pergi dari sini, maka, tolong, tolong berikan ku nyawa baru, bawakan aku hati yang baru
ambil hatiku yang sudah sangat sekarat ini,

sampai sesakit ini rasanya, sampai air mata pun terasa pahit setiap kali diteteskan
aku sudah tidak sanggup lagi, aku benar-benar sudah tidak bisa Ya Allah !

Ya Allah,
opo kudu koyo ngene lelakon sing kudu tak lakoni? opo seloro iki sing kudu tak rasak'ke? opo kudu sing koyo ngene dalane?

opo kudu seangel ngene iki? opo kudu se-loro koyo ngene? aku wis ora kuat, ujian sing koyo ngene iki wis bener-bener ora iso tak jalani, aku ra sanggup mlaku meneh..

kudu piye meneh usaha sing tak lakok'ke? kudu piye meneh aku nglakoni kabeh iki, Ya Allah?
sing siji durung rampung, teko meneh, teko meneh, aku kudu piye? aku nyobo sabar, sabar, cen sing jeneng e ujian kui ora ono sing gampang. tapi opo salah nek aku wis ora kuat?

kadang aku mikir, opo guanane aku neng kene. opo sing tak karepke, opo sing tak pingin'ke, kui mung barang sepele, tapi kabeh kui angel diwujudke. opo sing tak lakok'ke wis nggo perjuangan lan usaha sing abot, tapi opo? ngene iki rasane ora tau dihargai. sama sekali. eneng masalah segedhe ngene, aku ra mungkin ngemis-ngemis, aku isih ndue sikil lan tangan sing iso mergawe. awak'ku isih kuat tak nggo nglakoni kabeh masalah kui, tapi ati ku wis ora kuat.

isih eneng Allah ning atiku, aku isih mlaku nganggo dongo-Mu. aku ra bakal mlaku tanpa kelingan karo sing neng Nduwur. aku ora ndue niat sitik pun mlaku nganggo dalan sing ala, dalan sing nyalahi aturan-Mu. menawa gari kui siji-siji ne dalan sing iso ngrampungke kabeh masalahku, aku ora bakal nglakoni.
tulung, tulung paringo'no ridho lan rizki-Mu, tulung aku seko kahanan sing koyo ngene iki...

Sabtu, 18 Januari 2014

though my heart wants you, you can't feel it

saat angin berhembus melewati wajah mu, ingin aku katakan, aku sedang patah hati...
saat angin mulai menembus seluruh tubuhmu, aku ingin sampaikan, tolong gantikan dia dihatiku...

seseorang yang selalu aku panggil beb

masih jauh kita melangkah untuk mencapai cinta, tapi aku sedang patah hati
bisakah kamu ambil seluruh duri yang menyakiti ku ini?
sakitnya sampai aku tidak bisa menelan ludahku sendiri,

beb, bawa aku pergi dari sini
dari cinta yang menyakitkan, dan dari luka yang telah dia tinggalkan
aku tidak akan menyukaimu dengan cara yang sama, dengan tidurmu
tapi aku akan berusaha menyukaimu dengan caramu sendiri

Jumat, 17 Januari 2014

the end .

sudahi saja semuanya. aku terlalu terluka untuk anda lukai kembali.  tidak akan pernah berharap lagi anda datang kembali, untuk menghapus luka itu. 

Hari ini aku tahu, dan aku tahu, tahu  apa yang mungkin kamu pikir aku tidak tahu. apapun itu, semua yang terjadi saat ini, semua memang salah ku sejak awal. jadi sebelum kita akhiri semuanya, aku dengan tulus dan rendah hati meminta maaf atas segala hal yang mungkin membuatmu kecewa, membuat orang lain berspekulasi tentangku dengan terlalu liar, aku minta maaf.

mungkin memang ini jalan yang terbaik. kamu mendapatkan apa yang pantas untuk mu, dan aku tahu dimana tempatku sebharusnya berada. terimakasih a'im, terimakasih atas semuanya.

Kamis, 16 Januari 2014

jangan tertidur, saat cahaya masuk melewati kaca berornamen digereja

twitter.

dia menulis kan kicauan-kicauan kecil pada akun twitternya.
lalu apa peduliku dengan kicauannya? menurutmu? jelas aku tidak akan peduli pada apapun yang berkaitan dengan dia, tapi dalam kicauan nya dia menyebut namamu!

Entah, dia hanya bertemu denganmu atau kamu dan dia mungkin sudah..... ??
ah, sudahlah..........

a'im kamu jahat. dulu aku berteman sama dia, kamu marah kan? padahal saat itu aku tidak tahu bahwa dia adalah orang dimasa lalu mu. aku tidak tau apapun tentang dia dan kamu, sekarang aku tau dia menyukaimu.

kamu bahkan tidak tahu gimana perasaanku saat membaca kicauan perasaannya terhadapmu. entahlah, ysepertinya kamu juga gak mau tahu

baik saat itu atau sekarang saat aku tahu dia masih menyukaimu, lebih tepatnya sepertinya dia tidak bisa melupakanmu, atau dia terobsesi padamu? entahlah....

baim, aku pikir dia perempuan yang baik, keluarganya juga keluarga baik-baik, mungkin dia gadis yang tepat untukmu. 

ibumu yang sayang padamu, ayahmu yang juga sebenarnya sangat menyayangimu, dan kakekmu yang paling sayang dan kamu juga menyayanginya, aku belum pernah bertemu semuanya, tapi dia sudah. 

dia pernah bercerita, ibunya selalu menanyakan keadaanmu padanya, padahal kamu tahu bahkan dia juga tidak bertemu denganmu. katanya...ibumu sayang padamu. dan dari sini aku tahu, ibumu suka padanya juga.

aku sudah besar, dan kamu sudah besar pula, meskipun kata orang, jika kita punya cinta kita harus berjuang dulu baru boleh menyerah. Tapi...jangankan berjuang, aku sama sekali tidak punya kesempatan untuk berjuang, aku selalu kalah.

baim, jangan lupa selalu berdoa, selalu bahagia, jangan suka tidur disembarang tempat, aku takut akan ada perempuan selain aku yang menyukaimu saat kamu tidur :)

esok mungkin akan berakhir untuk yang terakhir kali. aku ingin menangis, tapi kata orang, laki-laki tidak suka kalau melihat perempuan menangis, maka....aku tidak jadi menangis, mungkin lain waktu, jika aku sudah tidak bertemu lagi denganmu.

a'im...aku akan selalu mengingatmu saat cahaya masuk melalui kaca berornamen di gereja, dan saat seorang gadis salah menyebutkannya disiang hari dengan kuas ditangan kanan. terimakasih :')

Selasa, 14 Januari 2014

lentera, bianglala dan cinta

pernahkah melihat lentera?

ya, disuatu gelap malam kau bisa melihat lentera. lentera nya cukup indah, karena pendaran sinarnya mengalahkan cahaya bulan. bahkan cahaya lentera itu begitu besar dan kuat, namun ternyata cahaya sekuat itu begitu sulit untuk dipandang.

Sangat ingin pasti rasanya melihat keindahan lentera itu, tapi apa mau dikata...ternyata cahayanya justu menyakiti mata. sesuatu yang ingin kita dapat namun ternyata sulit walau hanya sekedar untuk menyentuh saja.

tapi hukum alam mengijinkan untuk melihat lentera terang itu dari kejauhan, dan ternyata bisa! Tapi  melihat dari kejauhan pun rasanya sakit, tapi kali ini bukan mata kita yang sakit, tapi hati. 


kalau bianglala kamu pernah naik?

benda yang akan selalu berada pada jentera-nya untuk berputar. naik lah pada satu ruang nya, dan cobalah untuk mengejar ruang bianglala yang ada didepan, apa bisa?

entahlah bisa atau tidak, setidaknya aku pernah berusaha untuk mengejarmu, tapi tidak bisa. mungkin bianglala pun tidak akan mampu melakukannya.


sekarang kamu pernah merasakan cinta?

iya, c-i-n-t-a. aku juga tidak tahu cinta itu apa. yang aku tahu, selama ini yang aku rasakan terhadapmu adalah cinta. mungkin juga aku salah, barangkali yang namanya cinta itu bukan yang seperti ini...

serasa mencintai sebuah lentera. terang, tapi karena terlalu terang itu lah, aku tidak bisa memilikinya. iya, lenteranya dekat, tapi jauh, tau kenapa? karena ternyata dia adalah lentera bianglala.

bianglala terus saja berputar, berputar dan berputar. kadang sampai membingungkan, terasa mual, dan rasanya sakit, seharusnya aku turun dan berhenti saja atau bagaimana?

seandainya lenteranya sedikit saja lebih pudar, seandainya bianglala itu bisa berhenti sebentar, aku akan tau mana cinta yang seharusnya tidak aku lepaskan

Sabtu, 11 Januari 2014

kabel listrik

Sore tadi diantara hujan gerimis, aku merindukanmu.

Hal yang membuatku bahagia saat mengingat mu adalah ketika suatu malam dengan degupan musik yang membuat jantung berdebar. Malam dimana kamu mengajakku bicara setelah sekian lama kita tidak pernah bertegur sapa.

Saat itu hal sepele yang kamu minta, dan agak sedikit lucu kalau diingat. Karena justru sekarang setiap melihat benda yang kamu minta malam itu, membuatku mengingatmu lagi. Benda itu adalah kabel listrik. Kamu memintaku membawa kabel listrik! Padahal aku bisa saja menolak untuk mengambilnya saat itu, tapi ternyata sesuatu yang bernama cinta yang memaksa mengambilnya! haha 

Seandainya kamu tahu, bahkan saat itu aku tidak bisa berfikir jernih, dan memastikan aku sedang tidak bermimpi. Jantungku berdebar, senyum ku seakan tidak bisa kutahan, dan rasanya aku ingin malam itu tidak berakhir.

Tapi kemudian, bahkan seperti yang aku duga, saat pagi hari ku buka mata, dan...kamu tetap sama saja. Bahkan kali ini mungkin kamu benar-benar marah padaku. Kenapa? Karena aku bertemu dengan seorang gadis yang tidak ingin kau tahu?  Apa karena itu yang membuatmu marah?

Seharusnya aku yang marah Kabel Listrik! Karena aku bertemu dengan gadis yang kamu cintai, mungkin dulu, atau saat itu masih. Bahkan gadis itu layak untuk kamu cintai, bukan aku. 

Sejak itu aku sadar, kabel listrik tidak bisa membuktikan adanya sedikit celah dihatimu untukku. Cintaku bertepuk sebelah tangan.

Sampai saat ini, sudah setahun kejadian itu berlalu. Aku ingin melupakanmu sampai habis akal sehatku, tapi aku tidak bisa. Seperti lagu yang pernah kamu putar dilantai dua saat siang itu, Cinta Bersabarlah... Aku mencoba bersabar, meski aku tahu cintaku untukmu bahkan terasa mustahil.

Kalau dipikir, aku bahkan mengingat setiap hal kecil saat aku bertemu denganmu, iya kan? Oh iya..kita pernah bertemu dipos ronda saat hujan deras. Kamu ingat? Sebenarnya saat itu aku ingin menyapamu dan ingin ikut berteduh disana, tapi aku tahu kamu pasti tidak suka jika kita berdekatan. Atau kamu pasti akan merasa keberatan jika teman-temanmu melihat kita, walau hanya sekedar berbicara sekata saja.

Aku ingat saat pertama kali aku menyukaimu, akhir bulan ditahun 2010. Dalam tidurmu, aku menyukaimu. Aku menatapmu sebentar. Kemudian aku memegang rambutmu, lalu aku memegang pipimu. Kamu bahkan tidak tau itu kan? Terlihat ganteng saat tidur, itu lah yang aku pikirkan.

Ohya, aku menyimpan fotomu, kamu masih ingat? sekarang fotonya sudah agak rusak :( sedih deh. Bahkan aku yakin duaratus persen kamu tidak tahu bahwa saat aku merebut foto itu dari tanganmu, aku sudah menyukaimu, iya kan?

Ya sudahlah...banyak sekali hal-hal kecil dan kisah rahasia tentang mu yang sekarang masih kusimpan rapat-rapat ditempat yang paling aman dijagat raya ini. Aku berharap kisah ini hanya mimpi, menunggumu selama ini hanya aku lakukan saat aku tidur.....

Rabu, 01 Januari 2014

Gadis miskin dan pria kaya

Cerita malang seorang gadis desa, biasanya banyak diceritakan ditelevisi seperti sinetron. Kisahnya tidak lain seperti ini, 

berawal dari seorang gadis yang mempunyai mimpi. Dari kecil dia hidup miskin, bahkan orang tuanya pun tak sangup untuk memberikan kehidupan yang layak pada dia. Namun, gadis ini memiliki mimpi, mimpi sederhana, ya....suatu hari dia ingin merubah nasib keluarganya menjadi lebih baik. Dia belum sempat berpikir, apa saja yang akan dia lakukan dengan mimpinya itu, dia juga belum sempat memikirkan strategi apa yang baik agar ia cepat membahagiakan orang tua nya.

Hingga suatu hari datang lah seorang pria. Pria paruh baya, dilihat dari penampilannya, pria ini pasti bukan pria miskin. Ia datang dan melihat gadis itu di balik biliknya yang tua. Entah apa yang dipikirkan ketika si pria itu melihat gadis miskin itu tadi.

Ternyata setelah sekian lama, si pria itu menunjukkan niatnya untuk menikahi gadis itu. Meskipun dalam posisi, pria itu sudah beristri. Dengan harta nya dia datang untuk mempersunting gadis miskin itu. Gadis itu kaget, terlebih saat orangtuanya begitu antusias melihat pria kaya itu, yang sedang jatuh hati dengan anak gadisnya.

Kemudian sorot mata gadis miskin itu kian melemah, ya...disatu sisi dia memiliki mimpi untuk membahagiakan orangtuanya, dan mungkin si pria kaya ini lah yang mampu melanjutkan mimpi keluarga miskinnya. Namun disatu sisi, ia memiliki laki-laki yang ia cintai. Namun Seperti cerita yang dramatis lainnya, cinta sang gadis kepada laki-laki itu mungkin hanya bertepuk sebelah tangan. 

Laki-laki itu selalu memandang dingin gadis miskin itu. Laki-laki yang dicintainya, lebih terlihat membenci, dan sikap tak suka. Padahal laki-laki itu sudah dicintainya lebih dari bertahun tahun lamanya, tanpa pernah si gadis miskin itu mengungkapkannya. Salah satu alasannya adalah, karena si laki-laki yang dicintainya adalah anak orang terpandang didesanya. Dia adalah anak pemilik perkebunan, tuan tanah atau apalah namanya, dan keluarga mereka sukses, dihormati, dan keluarga yang lengkap, sejahtera juga bahagia. Yang jelas keluarga mereka bukan orang biasa.

Untuk mengatakan cinta pada laki-laki itu tidak pernah terpikirkan oleh gadis miskin itu. Kenapa? Ya lihat saja, si gadis menganggap "kasta" mereka berbeda. Si gadis miskin merasa tidak pantas untuk melihat matanya apalagi untuk mencintainya. Apa jadinya kalau laki-laki itu tahu dia mencintainya? Pasti dia akan menghina gadis miskin itu, dan menertawakan cinta tulusnya bersama teman-temanya. Dan si gadis miskin ini menangis, dia berusaha mengubur rasa cintanya.

Pria kaya itu mengulurkan tangannya, ya...bersediakah si gadis miskin menjadi istri kedua pria kaya itu? Si gadis miskin itu diam. Ia akan dinikahi oleh orang yang tidak dia cintai, dia akan dicium, bahkan disetubuhi oleh orang yang sama sekali tidak pernah terbesit dihatinya.

Mimpi untuk membahagiakan keluarganya harus dia bayar dengan kebahagiannya juga. Si gadis miskin ini, mungkin akan menikahi pria kaya itu, tapi si gadis miskin ini memilih melompati jurang terdalam ditepi desa. Gadis itu mengatakan "aku mencintaimu dengan tulus hatiku, meski dikemudian hari tak pernah kau bayangkan betapa besar rasa cintaku untukmu. Kini biarkan ku bawa mati seluruh rasa cinta itu, sehingga tak perlu ku kotori rasa cinta itu dengan cinta semu yang lain" dan melompatlah gadis itu di dalam jurang.

Jangan beri aku mimpi, karena suatu hari aku tidak ingin terbangun lagi...