Jumat, 14 Maret 2014

karena itu kamu

aku terus merasa takut karena mencintaimu
aku takut jika kamu semakin menjauh jika aku dekat,
bahkan aku sampai tidak bisa berbicara seperti orang bodoh

didalam hatiku, merana karena memikirkanmu
aku hanya menghela nafas, sedalam yang aku mampu
sungguh rasanya menyakitkan, karena mu

karena itu kamu. karena untukmu, aku mencintaimu
aku dapat menahannya selama ini
karena aku hanya mencintaimu sejak awal

karena semua hal itu adalah kamu. karena itu kamu, yang aku rindukan, aku mencintaimu
rasa sakit yang begitu banyak, begitu sulit karena itu kamu, aku baik-baik saja..

aku selalu merasa khawatir
aku melihatmu, aku menunggumu, dan yang kudapat hanya kelelahan
karena kamu, aku sedih

karena itu kamu, karena itu kamu yang aku cinta
karena itu kamu, karena itu kamu aku merindukanmu, aku mencintaimu
aku menjadi serakah, aku terus merasa putus asa
karena itu kamu, karena semua itu adalah kamu

Selasa, 04 Maret 2014

dibalik awan..

rasanya disaat semua beban didalam hatimu terasa tertahan, sudah memuncak...
rasanya,
disaat ingin membagi sedikit beban itu dengan orang lain, dan merasakan sesuatu yang dinamakan "lega"...
tapi, bahkan tak ada satu orang-pun yang dapat menjadi tempat berbagi itu.
rasanya,
disaat ingin merasakan sedikit bahagia dari hiburan sederhana, tawa orang lain...
tapi, tak satu-pun yang sudi membagi sedikit tawanya untuk mu...
bayangkan rasanya, kamu harus menghibur dirimu sendiri,
tertawa sendiri, dan menjadi orang gila, untuk membuat dirimu menertawakan dirimu sendiri...

saat dinding facebook tak lagi bisa kau percaya sebagai tempat berbagi,
disaat timeline twitter sudah tidak mampu lagi menahan semua beban yang ada dihatimu,
bahkan halaman putih blogger-yang tersembunyi-pun sudah tidak mampu lagi menjadi pendengar sejati.

aku, terlalu terlihat menyedihkan jika membagi beban kepada orang lain
setiap manusia memiliki masalahnya masing-masing, aku hanya tidak ingin mereka ikut memikirkan masalah yang sedang aku hadapi.
membiarkan masalah itu, yang kini menjadi sebuah krikil-krikil kecil, yang membuat dadamu seakan tercekik setiap malam, dan sulit bernafas!

aku ingin pergi, ke tempat yang bisa membiarkan air mataku tidak tertahan,
karena hanya itu yang bisa mengurangi beban itu.
tempat yang dapat melepaskan seluruh beban menyesakkan ini. beban yang entah, sudah membuatku tidak merasakan sakitnya, karena terasa begitu menyakitkan.
bahkan tampak bodoh, jika aku memikirkan, tempat indah apa yang ada dibalik awan
pasti tidak ada rasa sakit seperti ini disana,
pasti tidak ada air mata disana
bintang saja berkedip setiap malam disana,
bulan saja berseri-seri disana,
aku pasti juga akan bahagia jika bisa pergi kesana. iya kan?

apakah Tuhan tidak menyayangiku? aku sudah sekarat disini...
aku lelah untuk hidup begini, sudah kering air mata ini rasanya, Tuhan...
biarkan aku hidup dibalik awan saja, ya?
agar hatiku tidak lagi merasakan, perasaan seperti ini lagi suatu hari nanti.

Jumat, 21 Februari 2014

cita-cita ?

apakah masih bisa aku membicarakan cita-cita saat aku hampir menginjak 22 tahun, untuk tahun ini? haha aku harap jawabannya, masih !

cita-cita...
bahkan anak umur lima tahun saja belum tentu tahu apa arti kata "cita-cita" -> ya iya lah !

waktu kecil aku pengen menjadi seorang perawat, kenapa? simpel aja sih, karena dulu aku suka main dokter-dokteran sendiri pakai boneka. dan alangkah bagusnya nanti suatuhari aku punya suami dokter dan aku perawatnya! hahaha

waktu SMP aku berfikir ulang, ah tidak aku tidak mau jadi perawat, kenapa? karena urusannya ribet kalo liat darah. lagian saat itu tante sepupu ku yang seorang perawat bercerita gimana rasanya mendapat shift malam, dan berhubungan dengan kamar mayat?! ah sudah lah, gak usah ngomongin setan, ini sudah jam sebelas malam!

kemudian, aku punya rencana masa depan, yaitu ingin menjadi seorang pengacara! haha kenapa? kenapa ya? karena saat itu aku pikir pengacara itu punya skill menghadapi masalah orang lain, tentu mudah baginya menyelesaikan masalahnya sendiri dikemudian hari; misalnya, bercerai! hahaha belum nikah aja udah mikir urusan perceraian kan? haha

lewat masa SMP, saat SMA cita-cita ku berubah. aku ingin jadi ahli geologi! bagiku saat itu, itulah profesi yang mengesankan hatiku saat itu. aku bahkan cinta mati dengan pelajaran geografi, sejarah dan matematika. dimata pelajaran itulah aku menghabiskan waktu belajar saat malam. bagiku, soal matematika itu semua ada jawabannya, kecuali soal logaritma. entahlah aku pikir pencipta rumus logaritma itu hidupnya terlalu
"selo" untuk membuat rumus super njlimet itu. jika dalam sebuah soal matematika, maka jika mataku sudah menangkap kata"log" gak pernah akan aku kerjakan! haha

Jadi ingat juga pelajaran yang bikin sebel, paling, paling, nyebelin adalah pelajaran bahasa prancis! meskipun saat SMA filem Eiffel I'm in Love lagi booming banget, gak membuat tertarik buat ngikutin pelajaran bahasa prancis. sumpah itu bahasa paling aneh di dunia. kamu bakal ngerasa lagi nelen biji salak saat mencoba buat ngikutin aksen prancis yang sengau-sengau gak jelas itu hahaha sampe tiga tahun belajar bahasa prancis yang gue tau cuma "bonjour!" "je m'appelle ....!" trus ngak tau apa lagi haha next ada fisika, dan kimia. ya wajar kalo aku gak suka dua pelajaran itu, udah tau kan kenapa? aduh masalah hidup aku aja ribet, masa harus nambah mikir rumus-rumus kimia yang buanyak nya minta ampun. Lain lho dari matematika, kalo matematika aku kadang gak perlu mikir rumus, karena udah biasa ngerjain jadi otomatis ngerti cara ngerjainnya. 

cus kembali ngomongin cita-cita, saat lulus SMA, aku gak punya cita-cita. udah gitu doang. jalani aja lah aku pikir, terserah mau jadi apa. gara-gara pas mau jadi ahli geologi, batal otomatis! tau kenapa? karena aku GAK LOLOS OLIMPIADE GEOGRAFI dan itu bikin frustasi dan mutung (titik) haha ah udah lah, paling nggak aku masih mencintai geografi sampai sekarang. gimana rasanya saat aku mempelajari berbagai gejala alam, sampai aku dulu hafal letak-letak koordinat wilayah dengan garis lintang dan garis bujur (kalo sekarang sih udah gak tau deh lupak haha) 

sekarang udah kuliah, udah mau lulus lagi, kalo mikir cita-cita kayaknya tinggal pasrah aja. jalani aja apa yang ada sekarang. takdir jadi guru yaa alhamdulilah, mau jadi dosen? ya lebih alhamdulilah. mau jadi bupati Bantul? alhamdulilah banget! haha tau deh. yang jelas tujuan utama hidup adalah harus bercita-cita masuk surga, iya kan? haha juga, kalo bisa bercita-cita punya suami yang baik dan soleh buat mewujudkan cita-cita masuk surga, iya kan? hahaha *apa sih ya kok jadi gini ngomongnya*

menurutku setiap orang harus punya cita-cita karena cita-cita itu semacam "to do list" atau "check list" atau semacam sebelum kita ke supermarket kita harus bikin daftar belanja. jadi kita tahu sampai supermarket itu kita mau ngapain, mau beli apa, jangan sampai malah kelupaan belanjanya. itu lah cita-cita menurutku. bagaimana cita-cita mu?

Rabu, 05 Februari 2014

bukan puisi cinta

tidak ada dicinta, tanpa mencinta,
apel saja tidak seratus persen manis

kamu, satu misteri tanpa ada tanda tanya

apa yang kamu inginkan, meminta langit tidak menurunkan hujan dimusim penghujan
tapi kamu tahu, itu terlalu sulit bagiku,
memetik setangkai mawar tanpa duri untuk mu

cinta sederhana, hanya itu...

cinta, berikan aku cinta biasa dan akan ku ubah menjadi cinta sempurna untukmu
bukan kau memintaku membawa cahaya bintang saat fajar menyingsing,
aku tidak bisa...

satu, aku ingin dicintai
mengapa begitu sulit bagimu melakukannya?
apa aku harus menjadi kupu-kupu tanpa menjadi ulat?
terbang dengan indah sebagai kupu-kupu sempurna,
dan kamu tahu, tidak semua ulat itu bisa menjadi kupu-kupu

dan terlalu menyakitkan jika aku harus mencintai dirimu,
dengan apa adanya

hanya ini yang kupunya, 
satu hati untuk mencintaimu,
dua bola mata untuk menatapmu,
dan degupan jantung yang akan selalu menjadi milikmu

aku tidak bisa menjadi sempurna untukmu
dan itu mengapa, metamorfosis kupu-kupu kadang tidak sempurna
akhirnya, aku biarkan dirimu terbang
entah kupu-kupu seperti apa yang ingin kamu miliki

tapi bukan aku,
aku yang tidak bisa jadi sempurna dimatamu,
aku yang tidak bisa kamu cintai... 



Kamis, 30 Januari 2014

sederhana (kan) saja

oh ini dia, makna tersembunyi dari segala ujian yang Kau beri. 
sedikit sulit diterima pada awalnya, tapi kini aku mulai belajar bagaimana mendapatkan makna hidup yang lebih berarti.

sederhana.
ya, kata itu mungkin yang paling tepat untuk itu kali  ini. melihat, merasakan dan terlibat, bagaimana menjalani semua dengan sederhana. merasakan kebahagian yang lebih disederhanakan dari biasanya. merasakan bagaimana, kesederhanaan itu lebih bermakna.mengasihi orang disekitar dengan  cara sederhana. belajar proses kehidupan dengan kesederhanaan.

aku akan mulai dari titik ini, memulai berkelana mencari esensi kehidupan yang baru. ya, renaissance-ku. 

kemarin malam, ada perbincangan hangat antara aku, ibu, mas, dan calon istrinya.
jika bumi bergejolak di tanah Jawa, dan orang mulai membaca kembali serat-serat jawa, maka kami akan menyambutnya dengan kesederhanaan yang ternyata-kami jalani sekarang ini adalah ujian mid semester. dan nanti bila terbukti bumi memulai untuk seleksi alam, ujian akhir semester, kami berharap, kesederhanaan kami mampu melindungi untuk bertahan hidup, dan kami akan mulai perbincangan hangat seperti ini suatu hari nanti.

begitu berartinya suatu kesederhanaan ya. dulu aku pikir hidupku sudah sederhana, namun ternyata masih banyak sederhana yang harus disyukuri lebih dalam lagi. dulu aku ingat, setiap makan telur lebih dari 2x seminggu, badanku akan gatel-gatel. karena itu aku tidak makan telur terlalu banyak. tapi sekarang, telur adalah menu sederhana yang mampu membuatku bersyukur. betapa hebatnya Allah menciptakan sebuah butir telur untuk disantap. dan sekarang meski aku makan tiap hari pun sepertinya aku tidak akan gatel-gatel (ya gak tiap hari juga sih, tapi pasti lebih dari 3x seminggu)

entahlah, aku baru tahu juga secara sederhana, air mata itu bisa berubah rasa menurut penyebabnya, hahha.
ini menurutku loh ya, dan terjadi di aku loh, gak tau diorang lain.
jadi kalau aku nangis pas stres karena sedih atau mungkin suatu hal emosional yang membuat menangis, air mata ku rasanya asin! ya iya lah haha. tapi aneh, air mata yang keluar tanpa rasa emosional saat sedang sholat dan berdoa, rasanya cenderung tawar dan sedikit manis. aneh ya, tapi nggak tahu juga orang lain gitu atau enggak :D

kadang aku takut, takut kalo ibu meninggalkan aku duluan. atau aku takut ditinggalkan orang-orang yang aku sayangi terlebih dahulu. aku, sebelum mereka meninggalkanku, aku ingin aku dulu yang pergi.
jangan tinggalkan aku sendiri, aku takut. aku terlalu takut hidup di dunia yang jahat ini sendiri. paling tidak, sederhananya, ada ibu yang akan melindungiku disini. meskipun aku tahu, ibu, rahasia itu, aku sudah tahu. aku sudah besar dan aku akan berusaha berlapang dada untuk menerima semuanya.

Rabu, 22 Januari 2014

sudah...

aku sudah berusaha,
aku berusaha menjadi perempuan yang tegar, aku sudah berusaha menjadi perempuan yang kuat, tapi aku sudah tidak sanggup lagi, Ya Allah..

aku sedang sekarat disini.
hatiku sudah tidak mampu lagi menampung rasa sakit, hatiku sudah sangat terluka.
aku ingin lari, lari dan pergi dari kehidupan seperti ini. aku lelah, aku sangat menderita...

Ya Allah, tolong aku. 
jika Kau belum bisa membawaku pergi dari sini, maka, tolong, tolong berikan ku nyawa baru, bawakan aku hati yang baru
ambil hatiku yang sudah sangat sekarat ini,

sampai sesakit ini rasanya, sampai air mata pun terasa pahit setiap kali diteteskan
aku sudah tidak sanggup lagi, aku benar-benar sudah tidak bisa Ya Allah !

Ya Allah,
opo kudu koyo ngene lelakon sing kudu tak lakoni? opo seloro iki sing kudu tak rasak'ke? opo kudu sing koyo ngene dalane?

opo kudu seangel ngene iki? opo kudu se-loro koyo ngene? aku wis ora kuat, ujian sing koyo ngene iki wis bener-bener ora iso tak jalani, aku ra sanggup mlaku meneh..

kudu piye meneh usaha sing tak lakok'ke? kudu piye meneh aku nglakoni kabeh iki, Ya Allah?
sing siji durung rampung, teko meneh, teko meneh, aku kudu piye? aku nyobo sabar, sabar, cen sing jeneng e ujian kui ora ono sing gampang. tapi opo salah nek aku wis ora kuat?

kadang aku mikir, opo guanane aku neng kene. opo sing tak karepke, opo sing tak pingin'ke, kui mung barang sepele, tapi kabeh kui angel diwujudke. opo sing tak lakok'ke wis nggo perjuangan lan usaha sing abot, tapi opo? ngene iki rasane ora tau dihargai. sama sekali. eneng masalah segedhe ngene, aku ra mungkin ngemis-ngemis, aku isih ndue sikil lan tangan sing iso mergawe. awak'ku isih kuat tak nggo nglakoni kabeh masalah kui, tapi ati ku wis ora kuat.

isih eneng Allah ning atiku, aku isih mlaku nganggo dongo-Mu. aku ra bakal mlaku tanpa kelingan karo sing neng Nduwur. aku ora ndue niat sitik pun mlaku nganggo dalan sing ala, dalan sing nyalahi aturan-Mu. menawa gari kui siji-siji ne dalan sing iso ngrampungke kabeh masalahku, aku ora bakal nglakoni.
tulung, tulung paringo'no ridho lan rizki-Mu, tulung aku seko kahanan sing koyo ngene iki...

Sabtu, 18 Januari 2014

though my heart wants you, you can't feel it

saat angin berhembus melewati wajah mu, ingin aku katakan, aku sedang patah hati...
saat angin mulai menembus seluruh tubuhmu, aku ingin sampaikan, tolong gantikan dia dihatiku...

seseorang yang selalu aku panggil beb

masih jauh kita melangkah untuk mencapai cinta, tapi aku sedang patah hati
bisakah kamu ambil seluruh duri yang menyakiti ku ini?
sakitnya sampai aku tidak bisa menelan ludahku sendiri,

beb, bawa aku pergi dari sini
dari cinta yang menyakitkan, dan dari luka yang telah dia tinggalkan
aku tidak akan menyukaimu dengan cara yang sama, dengan tidurmu
tapi aku akan berusaha menyukaimu dengan caramu sendiri